Analisis Persistensi Inflasi di Provinsi Papua Barat (Persistence of Inflation Analysis in West Papua)

Jurnal Kajian Ekonomi & Keuangan Vol. 1 No. 2 (2017) BKF-Kemenkeu RI

17 Pages Posted: 1 Dec 2017

See all articles by Azwar Iskandar

Azwar Iskandar

Financial Education and Training Agency

Achmat Subekan

Ministry of Finance - Indonesia

Date Written: November 22, 2017

Abstract

Indonesian Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat persistensi inflasi di Provinsi Papua Barat dan kontribusi sejumlah komoditas terhadap pembentukan persistensi inflasi tersebut. Selain itu, penelitian ini juga melihat peranan Tim Pengendali Instansi Daerah (TPID) menjalankan fungsinya dalam pengendalian inflasi. Dengan menggunakan data time series inflasi bulanan Januari 2013 s.d. Juni 2017, penelitian ini mencoba mengestimasi dengan pendekatan Univariate Autoregressive (AR) Model. Penelitian ini membuktikan bahwa inflasi di Provinsi Papua Barat memiliki derajat persistensi yang tinggi. Tingginya derajat persistensi inflasi Provinsi Papua Barat tercermin dari lamanya jangka waktu yang dibutuhkan oleh inflasi untuk menyerap 50% shock yang terjadi sebelum kembali ke nilai alamiahnya, yaitu selama 49 bulan. Dengan model Regresi Linier Berganda diketahui bahwa persistensi inflasi tersebut dipengaruhi oleh shock yang terjadi pada kelompok bahan makanan dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebagai kelompok administered price dan kelompok bahan makanan sebagai kelompok volatile foods. Selain itu, keberadaan TPID, terbukti memiliki arah hubungan negatif meskipun tidak signifikan terhadap inflasi regional di Provinsi Papua Barat.

English Abstract: This study aims to analyze the persistence of inflation in West Papua Province and commodities’ contributions to its persistence. In addition, this study also aims to know the role of Regional Inflation Control Team (TPID) in controlling the inflation rate. Using secondary time series data in Januari 2013 until June 2017, this study estimates the persistence with Univariate Autoregressive (AR) Model approach. This study empirically shows that the inflation in West Papua has a high level persistence. This level indicates that inflation relatively needs a long time to back to its natural value after the shocks. It needs 49 months to back to natural value. Furthermore, using Multiple Linier Regression Model, this study also shows that the persistence is significantly caused by groups of prepared food and water, electricity, gas, and oil as administered price and volatile foods groups. TPID as an inflation controller board have given good roles in coordinating both fiscal and monetary policies.

Note: Downloadable document is in Indonesian.

Keywords: Persistensi, Inflasi, Papua, TPID

JEL Classification: E310, E640

Suggested Citation

Iskandar, Azwar and Subekan, Achmat, Analisis Persistensi Inflasi di Provinsi Papua Barat (Persistence of Inflation Analysis in West Papua) (November 22, 2017). Jurnal Kajian Ekonomi & Keuangan Vol. 1 No. 2 (2017) BKF-Kemenkeu RI, Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=3075729

Azwar Iskandar (Contact Author)

Financial Education and Training Agency ( email )

Kompleks Perkantoran Gedung Keuangan Negara
Jalan Urip Sumoharjo Km. 4
Makassar, Sulawesi Selatan 90234
Indonesia
+62411438393 (Phone)
+62411438152 (Fax)

HOME PAGE: http://bppk.depkeu.go.id

Achmat Subekan

Ministry of Finance - Indonesia ( email )

Gedung Djuanda I Lantai 12
l. Dr.Wahidin Raya Nomor 1
Jakarta, 10710
Indonesia

Do you have a job opening that you would like to promote on SSRN?

Paper statistics

Downloads
46
Abstract Views
262
PlumX Metrics